Selama penyimpanan
bahan, penguapan minyak atsiri berlangsung lambat dan kehilangan minyak relatif
kecil. Kerusakan minyak selama penyimpanan bahan terutama disebabkan oleh
proses oksidasi, resinifikasi, dan kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Kehilangan minyak
atsiri dari dalam bahan selama proses pelayuan dan pengeringan lebih besar
daripada selama penyimpanan bahan dalam keadaan kering. Hal ini disebabkan
karena selama proses pelayuan, air beserta minyak yang terdapat dalam sel akan
berdifusi ke permukaan bahan dan selanjutnya menguap. Sirkulasi udara yang
cepat dan kelembaban udara dalam ruang penyimpanan yang relatif tinggi akan
mempercepat penguapan sebagian minyak dan mengakibatkan proses oksidasi karena
panas dan oksigen udara.




