Showing posts with label minyak atsiri. Show all posts
Showing posts with label minyak atsiri. Show all posts

Thursday, 12 January 2012

Minyak atsiri yang kita kenal selama ini, memiliki sifat mudah menguap dan mudah teroksidasi. Hal itulah yang menyebabkan perubahan secara fisika maupun kimia pada minyak atsiriPerubahan sifat kimia minyak atsiri dapat terjadi saat :
1.      Penyimpanan bahan
Penyimpanan bahan sebelum dilakukan pengecilan ukuran bahan mempengaruhi jumlah minyak atsiri, terutama dengan adanya penguapan secara bertahap yang sebagian besar disebabkan oleh udara yang bersuhu cukup tinggi. Oleh karena itu, bahan disimpan pada udara kering bersuhu rendah.

Selama penyimpanan bahan, penguapan minyak atsiri berlangsung lambat dan kehilangan minyak relatif kecil. Kerusakan minyak selama penyimpanan bahan terutama disebabkan oleh proses oksidasi, resinifikasi, dan kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Kehilangan minyak atsiri dari dalam bahan selama proses pelayuan dan pengeringan lebih besar daripada selama penyimpanan bahan dalam keadaan kering. Hal ini disebabkan karena selama proses pelayuan, air beserta minyak yang terdapat dalam sel akan berdifusi ke permukaan bahan dan selanjutnya menguap. Sirkulasi udara yang cepat dan kelembaban udara dalam ruang penyimpanan yang relatif tinggi akan mempercepat penguapan sebagian minyak dan mengakibatkan proses oksidasi karena panas dan oksigen udara.
                  Minyak yang terdapat di alam dibagi menjadi 3 golongan yaitu minyak mineral (mineral      oil), minyak nabati dan hewani yang dapat dimakan (edible fat), dan minyak atsiri (essential oil).
                  Minyak atsiri dikenal juga dengan nama minyak eteris atau minyak terbang (volatile oil) dihasilkan oleh tanaman. Minyak tersebut mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi, mempunyai rasa getir (pungent taste), berbau wangi sesuai dengan tanaman penghasilnya dan umumnya larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air. Minyak atsiri dalam industri digunakan untuk pembuatan kosmetik, parfum, antiseptik, obat-obatan, flavoring agent dalam bahan pangan atau minuman dan sebagai pencampur rokok kretek.