Showing posts with label praktikum mikrobiologi. Show all posts
Showing posts with label praktikum mikrobiologi. Show all posts

Thursday, 26 April 2012

TES JURNAL IX
HIDROLISA ENZIMATIS

1.             Apa tujuan praktikum kali ini?
  •          Mahasiswa mampu melakukan uji glukosa secara kuantitatif dengan metode DNS.
  •          Mahasiswa mampu melakukan uji glukosa secara kualitatif.
  •          Mahasiswa mampu menentukan parameter Michaelis Menten.

Thursday, 29 March 2012

TES JURNAL (KINETIKA PERTUMBUHAN Escherichia coli )
1.             Apa tujuan percobaan kali ini ?
  •         Mahasisiwa mampu mengukur konsentrasi sel dengan metode turbidimetri
  •         Mahasiswa mampu mengukur konsentrasi substrat
  •          Mahasiswa mampu menghitung parameter kinetika pertumbuhan Escherichia coli

2.             Apa yang Anda ketahui mengenai teknik pengukuran konsentrasi sel dengan metode turbidimetri ?
Massa sel dapat diukur secara optis dengan menentukan jumlah cahaya yang dipancarkan oleh suspensi sel. Teknik ini didasarkan pada kenyataan bahwa partikel memancarkan cahaya yang jumlahnya proporsional dengan konsentrasi. Ketika cahaya dilewatkan pada suspensi organisme, terjadi pengurangan jumlah cahaya yang diteruskan. Penentuan semacam ini biasa digunakan pada spektrofotometri, dan terbaca sebagai Absorbansi. Absorbansi adalah logaritma dari ratio intensitas cahaya yang mengenai suspensi (Io) dengan intensitas cahaya yang diteruskan oleh suspensi (I). Kalibrasi dilakukan dengan mengukur absorbansi sampel yang diketahui konsentrasinya. Pengukuran biasanya dilakukan pada panjang gelombang 600-700 nm.
3.             Apa yang Anda ketahui mengenai fase pertumbuhan bakteri ?

(Waluyo,2004)
Gambar 1.1. Kurva Pertumbuhan Jasad Renik
I) Fase I: fase adaptasi (fase lag)
Bila jasad renik dipindahkan ke dalam suatu medium, mula-mula akan mengalami fase adaptasi. Fase in untuk menyesuaikan diri dengan substrat dan kondisi lingkungan di sekitarnya. Fase in belum terjadi pembelahan sel karena beberapa enzim mungkin belum disintesis. Jumlah sel pada fase ini mungkin tetap, tetapi kadang-kadang menurun. Lamanya fase ini bervariasi, dapat cepat atau lambat tergantung dari kecepatan penyesuaian dengan lingkungan di sekitarnya.

Wednesday, 21 March 2012



FERMENTASI WINE 
(TES JURNAL PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI)
(Sumber : happelstance.blog.com)

1.             Apakah tujuan percobaan kali ini ?
a.       Mahasiswa mampu membuat minuman dari proses fermentasi.
b.      Mahasiswa mampu melakukan analisa gula dan alkohol.

2.             Apa saja yang Anda ketahui mengenai fermentasi ?
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
   Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam  laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton.
Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi yang mengasilkan asam laktat sebagai produk sampingannya. Akumulasi asam laktat inilah yang berperan dalam menyebabkan rasa kelelahan pada otot.
3.             Apa yang Anda ketahui mengetahui mengenai fermentasi Wine ?
Fermentasi wine adalah proses dimana juice anggur bersama-sama dengan bahan yang lain yang diubah secara reaksi biokimia oleh khamir dan menghasilkan wine. Bahan untuk proses fermentasi adalah gula ditambah khamir yang akan menghasilkan alkohol dan CO2. CO2 akan dilepaskan dari campuran wine menuju udara dan alkohol akan tetap tinggal di fermentor. Jika semua gula buah sudah diubah menjadi alkohol atau alkohol telah mencapai sekitar 15% biasanya fermentasi telah selesai atau dihentikan. Selama fermentasi sering ditambahkan nitrogen dan mikronutrien guna mencegah produksi gas H2S. Jika gas ini muncul akan menyebabkan bau yang tidak enak.

TES JURNAL 6
PENGHITUNGAN JUMLAH MIKROBA DENGAN RUANG HITUNG
 (Sumber :http://www.samyakinternational.com)

1.        Apakah tujuan percobaan kali ini ?
-      Mahasiswa mampu melakukan pengamatan mikroba pada alat hemasitometer dengan bantuan mikroskop.
-      Mahasiswa mampu melakukan perhitungan jumlah mikroba dengan menggunakan ruang hitung.
2.        Apa yang Anda ketahui mengenai perhitungan jumlah bakteri ?
Penghitungan jumlah bakteri hidup terbagi atas dua, yaitu secara (tidak langsung) Misalnya perhitungan pengurangan jumlah substrat dan secara langsung. Penghitungan mikroba secara langsung antara lain:
1.      Plate Count (hitungan cawan)
Plate count / viable count didasarkan pada asumsi bahwa setiap sel mikroorganisme hidup dalam suspensi akan tumbuh menjadi satu koloni setelah ditumbuhkan dalam media pertumbuhan dan lingkungan yang sesuai. Setelah diinkubasi, jumlah koloni yang tumbuh dihitung dan merupakan perkiraan atau dugaan dari jumlah mikroorganisme dalam suspensi tersebut.
2.      Turbidimetri
Turbidimetri merupakan metode yang cepat untuk menghitung jumlah bakteri dalam suatu larutan menggunakan spektrofotometer. Bakteri menyerap cahaya sebanding dengan volume total sel (ditentukan oleh ukuran dan jumlah). Ketika mikroba bertambah jumlahnya atau semakin besar ukurannya dalam biakan cair, terjadi peningkatan kekeruhan dalam biakan. Kekeruhan dapat disebut optical density (absorbsi cahaya, biasanya diukur pada panjang gelombang 520 nm – 700 nm). Untuk mikroba tertentu, kurva standar dapat memperlihatkan jumlah organisme/ml (ditentukan dengan metode hitungan cawan) hingga pengukuran optical density (ditentukan dengan spektrofotometer).
3.      Hemasitometer
Hemasitometer adalah metode perhitungan secara mikroskopis. Ruang hitung terdiri dari 9 kotak besar dengan luas 1 mm². Satu kotak besar di tengah, dibagi menjadi 25 kotak sedang dengan panjang 0,05 mm. Satu kotak sedang dibagi lagi menjadi 16 kotak kecil. Dengan demikian satu kotak besar tersebut berisi 400 kotak kecil. Tebal dari ruang hitung ini adalah 0,1 mm. Sel bakteri yang tersuspensi akan memenuhi volume ruang hitung tersebut sehingga jumlah bakteri per satuan volume dapat diketahui.

Tuesday, 6 March 2012

Tes Bakteri Total Metode Standard Plate Count
(Sumber gambar : http://www.sribioservices.com)
  1. Apa tujuan percobaan kali ini ?
  2. 1. Mahasiswa mampu melakukan pengenceran secara serial
    2. Mahasiswa mampu melakukan pengujian pada air sampel dengan metode Standard Plate Count (SPC)
  3. Apa yang Anda ketahui mengenai pengenceran secara serial ?
  4. Pengenceran secara bertahap, untuk praktikum kali ini pengenceran secara serial dilakukan untuk mengetahui pengenceran manakah yang memenuhi syarat ketelitian yang baik secara statistika (meminimalisir error).
  5. Apa yang Anda ketahui mengenai Standard Plate Count ?
  6. SPC adalah suatu metode yang digunakan untuk menentukan kerapatan bakteri aerob dan aerob fakultatif heterotrof dalam air, perhitungan ini menggunakan asumsi bahwa setiap spesies bakteri membentuk koloni tersendiri dalam pertumbuhannya.

Saturday, 25 February 2012


Tes Jurnal Praktikum Mikrobiologi
Gambar 1. Metode Cawan Gores

  1. Apa tujuan percobaan kali ini ?
  2. 1. Mampu memahami prinsip pemindahan biakan murni dengan teknik aseptik.
    2. Mampu memahami prinsip pemindahan biakan cair dalam jumlah terukur dengan teknik aseptik.
    3. Mampu memahami prinsip isolasi bakteri dari suatu campuran dengan metode cawan gores dan cawan tuang.
  3. Apa itu biakan murni ?
  4. Biakan yang terdiri atas satu spesies bakteri yang ditumbuhkan dalam medium buatan / Biakan yang merupakan hasil dari pembelahan satu sel tunggal.
  5. Apa itu inokulasi ?
  6. Penanaman bakteri atau biasa disebut juga inokulasi adalah pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.
  7. Bagaimana teknik inokulasi pada media agar miring ?
  8. 1. Bila tujuan inokulasi adalah mengamati pola tumbuh bakteri, lup digoreskan dengan lurus dari dasar agar miring kemudian naik ke atas.
    2. Bila tujuan inokulasi adalah mendapatkan biakan dalam jumlah banyak, lup digoreskan secara zig-zag yang dimulai dari bagian dasar agar miring.

Saturday, 18 February 2012

Jurnal Praktikum Mikrobiologi
  1. Seperti biasa, apakah tujuan dari praktikum kali ini ?
    1. Mahasiswa mampu melakukan penyiapan media untuk disterilisasi
    2. Mahasiswa mampu melakukan sterilisasi media
    3. Mahasiswa mampu melakukan penuangan media agar pada cawan petri dan melakukan pembuatan media agar miring
  1. Sebutkan macam-macam media pembiakan bakteri ?
    Berdasarkan ada tidaknya penambahan zat pemadat seperti agar-agar, gelatin , maka dikenal 3 bentuk media, yaitu
    • media padat untuk mengamati morfologi koloni dan mengisolasi biakan murni(Contoh : Nutrient Agar, Mac Conkey Agar), 
    • media semi padat : untuk menumbuhkan mikroba yang memerlukan sedikit air dan hidup anaerobik atau fakultatif. Media semi solid dibuat dengan tujuan supaya pertumbuhan mikroba dapat menyebar ke seluruh media tetapi tidak mengalami percampuran sempurna jika tergoyang. (semisolid), dan 
    • media cair untuk membuat biakan dalam jumlah besar, penelaahan fermentasi dan berbagai macam uji(Contoh : Lactose Broth, Nutrient Broth).

Tuesday, 14 February 2012

Soal Tes Jurnal Praktikum Mikrobiologi

  1. Seperti biasa, pada no 1 selalu ditanyakan apa tujuan dari praktikum kali ini ?
  2. 1. Mahasiswa mampu melakukan penyiapan olesan bakteri dengan baik sebagai prasyarat macam pewarnaan
     2. Mahasiswa mampu melakukan pewarnaan gram 
    3. Mahasiswa mampu melakukan pengamatan bakteri dengan menggunakan mikroskop
  1. Olesan yang baik itu yang seperti apa ?
  2. Olesan yang baik adalah olesan yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis. Jika terlalu tebal, maka akan terjadi penumpukan mikroba, sehingga akan sulit diamati. Jika terlalu tipis juga akan sulit diamati karena bentuknya tidak jelas.

Friday, 3 February 2012


  1. Pada saat menit-menit awal, cobalah terlebih dahulu membuat 1 preparat khamir atau kapang dan langsung diamati (Jika hasil pengamatan terlalu ramai akan jamur berarti sampel yg diambil terlalu banyak begitupun sebaliknya). Dari situ Anda bisa mengetahui seberapa banyakah khamir atau kapang yang harus Anda taruh di preparat. Semakin banyak Anda membuat preparat, maka lama kelamaan Anda akan semakin terampil.
  2. Setelah itu buatlah preparat khamir atau kapang sebanyak mungkin (setiap jenis khamir dan kapang cukup 1 preparat terlebih dahulu). 
  3. Barulah diamati semua preparat

Wednesday, 1 February 2012

Tes Jurnal 1 (Praktikum Mikrobiologi)
1.  Apa tujuan percobaan ini ? (biasanya akan ditanyakan pada siswa sebelah kiri dari posisi asisten)
Mahasiswa mampu membuat preparat khamir dan kapang.
Mahasiswa mampu melakukan pengamatan terhadap morfologi khamir dan kapang dengan menggunakan mikroskop.
    Mahasiswa mampu mengidentifikasi morfologi khamir dan kapang.
2. Apa itu preparat ?
Preparat ialah objek yang akan kita amati di panggung mikroskop.
3. Bagaimana cara membersihkan preparat ?
Untuk membersihkan kaca preparat, pertama kaca obyek dipegang dengan tangan kiri, jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan dibasahi dengan air dan dibilaskan pada kaca obyek. Kemudian kedua jari pada tangan kanan diberi sabun dan dibilaskan pada kaca obyek.
Setelah dilakukan pembersihan dengan menggunakan sabun, kemudian kaca obyek dibilas dengan menggunakan etanol 95%. Hal ini dimaksudkan agar kaca obyek steril. Kaca obyek lalu ditiriskan untuk membuang kelebihan etanol, kemudian diserap dengan kertas serap agar tidak menimbulkan goresan pada kaca obyek.
Setelah kaca obyek steril dan bersih, kaca obyek hanya boleh dipegang pada bagian sisi-sisinya saja. Hal ini bertujuan agar lemak pada tangan tidak menempel pada kaca obyek. Kemudian pada bagian bawah permukaan kaca obyek digambar lingkaran dan diberi keterangan supaya pengamatan pada mikroskop nantinya akan lebih mudah.