Showing posts with label kinetika enzim. Show all posts
Showing posts with label kinetika enzim. Show all posts

Wednesday, 1 February 2012

Chemical Reaction Engineering - Octave Levenspiel
An improved and simplified edition of this classic introduction to the principles of reactor design for chemical reactions of all types--homogeneous, catalytic, biochemical, gas, solid, extractive, etc. Adds new material on systems of deactivating catalysts, flow modeling and diagnosis of the ills of operating equipment, and new simple design procedures for packed bed and fluidized bed reactors.

buku ini digunakan ketika kalian kuliah kinetika dan reaksi khususnya juka anda masuk jurusan teknik kimia.
buku ini bisa anda dapatkan di sini dengan cara yang cukup mudah... hanya klik  dan buku sudah menjadi milik anda.

klik disini untuk mendapatkan BUKU 


klik disini untuk mendapatkan Solusi untuk chapter 01
klik disini untuk mendapatkan Solusi untuk chapter 02
klik disini untuk mendapatkan Solusi untuk chapter 03
klik disini untuk mendapatkan Solusi untuk chapter 04
klik disini untuk mendapatkan Solusi untuk chapter 05
klik disini untuk mendapatkan Solusi untuk chapter 06
klik disini untuk mendapatkan Solusi untuk chapter 07
klik disini untuk mendapatkan Solusi untuk chapter 08

klik disini untuk mendapatkan Solusi untuk chapter 10
klik disini untuk mendapatkan Solusi untuk chapter 11
klik disini untuk mendapatkan Solusi untuk chapter 12
klik disini untuk mendapatkan Solusi untuk chapter 13
klik disini untuk mendapatkan Solusi untuk chapter 14
klik disini untuk mendapatkan Solusi untuk chapter 15


 Credit to: Ahmad Amino






Thursday, 15 December 2011


Dalam sebuah reaktor batch dapat ditentukan jumlah substrat [So] dan enzim [Eo]. Hubungan konsentrasi produk atau substrat dan waktu dapat digambarkan. Harga slope awal dari kurva ini diestimasi (v = d[P]/dt|t=0 = -d[S]/dt|t=0). Setelah itu, harga v dicari hubungannya dengan [Eo] dan [So] di dalam reaktor. Banyak eksperimen yang dapat digunakan untuk mencari hubungan yang umum antara v dengan data [S].
Tetapi penentuan harga Km secara tepat dari sebuah grafik sangat sulit dilakukan. Oleh karena itu, digunakan metode lain untuk menganalisis data yang ada, yaitu Lineweaver-Burk Plot, Eadie-Hofstee Plot, dan Hanes-Woolf Plot.
A.    Double-reciprocal Plot (Lineweaver-Burk Plot)
      Persamaan linear yang digunakan untuk double-reciprocal plot adalah:
      V = V_\max\frac{[S]}{K_m + [S]}.  
{1 \over V} = {{K_m + [S]} \over V_{\max}[S]} = {K_m \over V_\max} {1 \over [S]} + {1 \over V_\max}

Grafik hubungan 1/v dan 1/[S] merupakan suatu garis lurus dengan slope Km/Vm dan intercept sumbu y 1/Vm. Double-reciprocal plot memberikan estimasi yang baik dalam menentukan harga Vm­, tetapi tidak untuk harga Km. Karena error yang didapatkan pada data setiap titik untuk double-reciprocal plot tidak simetri, penggunaan analisis regresi (least square) harus dilakukan dengan hati-hati. Data yang diperoleh pada konsentrasi substrat rendah lebih mempengaruhi perubahan slope dan intersept dibandingkan dengan data yang diperoleh pada konsentrasi substrat tinggi.


Gambar I.10  Double-reciprocal (Lineweaver-Burk) plot (Shuler and Kargi, 1992)

B.     Eadie-Hofstee Plot
      Persamaan linear yang digunakan untuk Eadie-Hofstee plot adalah:
                 v = -K_m { v \over [S] } + V_\max
Grafik hubungan antara v dan v/[S] merupakan suatu garis lurus dengan slope Km dan intersept sumbu y Vm. Eadie-Hofstee plot dapat memberikan error yang cukup besar karena terdapat variabel v pada kedua sumbu koordinat.
Gambar I.11   Eadie-Hofstee plot (Shuler and Kargi, 1992)

C.  Hanes-Woolf Plot
      Persamaan linear yang digunakan untuk Hanes-Woolf plot adalah:
{ [S] \over v } =  { [S] \over V_\max } + { K_m \over V_\max }                  
Grafik hubungan [S]/v dan [S] merupakan garis lurus dengan slope 1/Vm dan intersept sumbu y Km/Vm. Plot ini digunakan untuk menentukan harga Vm yang lebih akurat.