Tuesday, 14 February 2012

Soal Tes Jurnal Praktikum Mikrobiologi

  1. Seperti biasa, pada no 1 selalu ditanyakan apa tujuan dari praktikum kali ini ?
  2. 1. Mahasiswa mampu melakukan penyiapan olesan bakteri dengan baik sebagai prasyarat macam pewarnaan
     2. Mahasiswa mampu melakukan pewarnaan gram 
    3. Mahasiswa mampu melakukan pengamatan bakteri dengan menggunakan mikroskop
  1. Olesan yang baik itu yang seperti apa ?
  2. Olesan yang baik adalah olesan yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis. Jika terlalu tebal, maka akan terjadi penumpukan mikroba, sehingga akan sulit diamati. Jika terlalu tipis juga akan sulit diamati karena bentuknya tidak jelas.

Saturday, 11 February 2012


Latar Belakang Adanya Pengecatan / Pewarnaan Mikroorganisme dan Fungsi Pewarnaan Bakteri/ Mikroogranisme

Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur dan sifat-sifat yang khas, termasuk bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. Untuk melihat dan mengamati bentuk sel bakteri  dalam keadaan hidup sangat sulit, sehingga untuk mengidentifikasinya dilakukan dengan metode pengecatan atau pewarnaan sel bekteri, sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan. Oleh karena itu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salah satu cara yang paling utama dalam penelitian-penelitian mikrobiologi.

Gambar 1. Pewarnaan Spora

Tuesday, 7 February 2012

Pala menurut klasifikasinya termasuk dalam genus Myristica dan spesies M. fragrans, sehingga memiliki nama latin Myristica fragrans. Tumbuhan ini memiliki tinggi sekitar 18 m. Daun Pala berbentuk bulat-telur atau lonjong-panjang dimana kaki dan ujungnya tajam. Bagian belakang daun Pala berwarna biru-hijau, sedangkan bagian atas daun berwarna hijau-tua, berukuran 15 x 7 cm dan berbau wangi aromatis. Tanaman Pala ini berbuah bundar dengan kerut menurut panjangnya buah dan terbagi dalam dua belah 
 
Gambar 1.Tanaman Pala

Buah pala mengandung zat-zat, seperti: minyak terbang (myristin, pinen, kamfen (zat membius), dipenten, pinen safrol, eugenol, iso-eugenol, alkohol), gliseda (asam-miristinat, asam-oleat, borneol, giraniol), protein, lemak, pati gula, vitamin A, B1, dan C. Buah pala juga mengandung trigliserida yang merupakan suatu produk alam yang penting. Trigliserida yang dapat diperoleh dari biji pala adalah trimiristin, dimana trimiristin memiliki titik leleh 56-57°C.

Friday, 3 February 2012


  1. Pada saat menit-menit awal, cobalah terlebih dahulu membuat 1 preparat khamir atau kapang dan langsung diamati (Jika hasil pengamatan terlalu ramai akan jamur berarti sampel yg diambil terlalu banyak begitupun sebaliknya). Dari situ Anda bisa mengetahui seberapa banyakah khamir atau kapang yang harus Anda taruh di preparat. Semakin banyak Anda membuat preparat, maka lama kelamaan Anda akan semakin terampil.
  2. Setelah itu buatlah preparat khamir atau kapang sebanyak mungkin (setiap jenis khamir dan kapang cukup 1 preparat terlebih dahulu). 
  3. Barulah diamati semua preparat

Wednesday, 1 February 2012

Tes Jurnal 1 (Praktikum Mikrobiologi)
1.  Apa tujuan percobaan ini ? (biasanya akan ditanyakan pada siswa sebelah kiri dari posisi asisten)
Mahasiswa mampu membuat preparat khamir dan kapang.
Mahasiswa mampu melakukan pengamatan terhadap morfologi khamir dan kapang dengan menggunakan mikroskop.
    Mahasiswa mampu mengidentifikasi morfologi khamir dan kapang.
2. Apa itu preparat ?
Preparat ialah objek yang akan kita amati di panggung mikroskop.
3. Bagaimana cara membersihkan preparat ?
Untuk membersihkan kaca preparat, pertama kaca obyek dipegang dengan tangan kiri, jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan dibasahi dengan air dan dibilaskan pada kaca obyek. Kemudian kedua jari pada tangan kanan diberi sabun dan dibilaskan pada kaca obyek.
Setelah dilakukan pembersihan dengan menggunakan sabun, kemudian kaca obyek dibilas dengan menggunakan etanol 95%. Hal ini dimaksudkan agar kaca obyek steril. Kaca obyek lalu ditiriskan untuk membuang kelebihan etanol, kemudian diserap dengan kertas serap agar tidak menimbulkan goresan pada kaca obyek.
Setelah kaca obyek steril dan bersih, kaca obyek hanya boleh dipegang pada bagian sisi-sisinya saja. Hal ini bertujuan agar lemak pada tangan tidak menempel pada kaca obyek. Kemudian pada bagian bawah permukaan kaca obyek digambar lingkaran dan diberi keterangan supaya pengamatan pada mikroskop nantinya akan lebih mudah.