Saturday, 25 February 2012

Tes Jurnal Praktikum Mikrobiologi Jilid iv (Teknik Pemindahan Mikroba secara aseptik dan isolasi)


Tes Jurnal Praktikum Mikrobiologi
Gambar 1. Metode Cawan Gores

  1. Apa tujuan percobaan kali ini ?
  2. 1. Mampu memahami prinsip pemindahan biakan murni dengan teknik aseptik.
    2. Mampu memahami prinsip pemindahan biakan cair dalam jumlah terukur dengan teknik aseptik.
    3. Mampu memahami prinsip isolasi bakteri dari suatu campuran dengan metode cawan gores dan cawan tuang.
  3. Apa itu biakan murni ?
  4. Biakan yang terdiri atas satu spesies bakteri yang ditumbuhkan dalam medium buatan / Biakan yang merupakan hasil dari pembelahan satu sel tunggal.
  5. Apa itu inokulasi ?
  6. Penanaman bakteri atau biasa disebut juga inokulasi adalah pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.
  7. Bagaimana teknik inokulasi pada media agar miring ?
  8. 1. Bila tujuan inokulasi adalah mengamati pola tumbuh bakteri, lup digoreskan dengan lurus dari dasar agar miring kemudian naik ke atas.
    2. Bila tujuan inokulasi adalah mendapatkan biakan dalam jumlah banyak, lup digoreskan secara zig-zag yang dimulai dari bagian dasar agar miring.
  9. Secara umum , sebutkan teknik inokulasi pada media padat !
  10. a. Metode penggesekan pada agar lempengan
    i. Streak Plate
    Pada metode ini, sampel bakteri diambil dengan ujung kawat yang bengkok. Kemudian bagian yang bengkok ini digesekkan dengan gerakan ke kiri dan ke kanan sampai meliputi seluruh permukaan agar. Dengan demikian akan diperoleh koloni-koloni yang menggerombol dan koloni-koloni yang memencil. Teknik streak plate merupakan metode yang digunakan secara luas untuk mendapatkan koloni yang diisolasi dari biakan campuran.

    Metode ini mempunyai dua keuntungan, yaitu menghemat bahan dan waktu. Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan ketrampilan yang biasanya diperoleh dari pengalaman. Metode cawan gores yang dilaksanakan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme seperti yang diinginkan. Dua macam kesalahan yang biasa dilakukan ialah: tidak memanfaatkan permukaan medium dengan sebaik-baiknya untuk digores sehingga pengenceran mikroorganisme menjadi kurang bagus dan cenderung untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan sel- sel yang digoreskan.

    ii. Spread Plate
    Ada metode lain yang dapat dilakukan yaitu dengan cara menyebarkan campuran sel-sel pada permukaan agar, lalu campuran ini diratakan dengan menggunakan lup inokulasi sehingga setiap sel tumbuh menjadi koloni yang terpisah, pertumbuhan mikroorganisme akan terlihat secara makroskopis pada medium padat, masing-masing koloni mewakili biakan murni. Cara ini disebut juga spread plate.


    b. Metode penggesekan pada agar miring.
    Media yang berupa agar-agar miring diperoleh dengan jalan sebagai berikut. Tabung reaksi yang berisi medium agar-agar (sebanyak 4 atau 5 mL) setelah diambil dari autoklaf, dibaringkan hampir horisontal. Setelah media mengental, dan tabung reaksi ditegakkan, akan diperoleh suatu permukaan media yang miring dan berbentuk bulat panjang. Untuk membuat biakan pada media tersebut maka ujung kawat yang berisi bakteri digesekkan satu kali dari ujung bawah ke ujung atas sehingga garis tersebut merupakan diameter memanjang dari permukaan media. Dengan demikian akan diperoleh biakan miring (slant culture). Warna dan bentuk koloni yang ditanam akan tampak dengan jelas.

    c. Metode tusukan
    Biakan tusukan dapat diperoleh dengan menusukkan ujung kawat yang membawa bakteri lurus ke dalam media melalui tengah-tengah media. Ujung kawat yang membawa bakteri ditusukkan ke dalam agar-agar dalam tabung reaksi. Permukaan agar dalam tabung reaksi tidak miring, tetapi lurus. Dengan cara ini diperoleh biakan tusukan (stab culture). Bakteri yang aerob akan tampak tumbuh dekat permukaan media.

    d. Metode adukan dalam agar cair
    Setetes suspensi bakteri dicampur dengan media yang masih cair, dengan demikian akan diperoleh biakan adukan (shake culture). Bakteri yang akan digunakan untuk membuat biakan adukan dapat diperoleh dari biakan dalam media cair, atau dari suatu koloni pada media padat. Kalau digunakan bakteri dari suatu koloni pada media padat, maka sampel yang diambil dari koloni tersebut perlu diencerkan terlebih dahulu dalam air steril sehingga terjadi suatu suspensi.

    Setetes (kira-kira 0,1 mL) dari suspensi itu diletakkan di tengah-tengah cawan petri yang steril. Kemudian diambil agar-agar yang belum membeku, dan media tersebut dituangkan ke dalam cawan petri sehingga tuangan tersebut mencampuri setetes suspensi bakteri. Setelah cawan petri ditutup, maka cawan diputar membentuk angka delapan dengan tidak diangkat dari permukaan meja. Dengan demikian suspensi bercampur merata dengan media. Setelah diinkubasi, dapat diamati bahwa koloni bakteri dapat tumbuh pada media.

  11. Metode apa saja yang dapat digunakan untuk mengisolasi biakan murni mirkoorganisme ?
  12. a) Metode Gores
    Teknik ini lebih menguntungkan jika ditinjau dari sudut ekonomi dan waktu, tetapi memerlukan ketrampilan-ketrampilan yang diperoleh dengan latihan. Penggoresan yang sempurna akan menghasilkan koloni yang terpisah. Inokulum digoreskan di permukaan media agar nutrien dalam cawaan petri dengan jarum pindah (lup inokulasi). Di antara garis-garis goresan akan terdapat sel-sel yang cukup terpisah sehingga dapat tumbuh menjadi. Cara penggarisan dilakukan pada medium pembiakan padat bentuk lempeng. Bila dilakukan dengan baik teknik inilah yang paling praktis. Dalam pengerjaannya terkadang berbeda pada masing-masing laboratorium tapi tujuannya sama yaitu untuk membuat goresan sebanyak mungkin pada lempeng medium pembiakan.

    b) Metode Tebar
    Setetes inokolum diletakan dalam sebuah medium agar nutrien dalam cawan petridish dan dengan menggunakan batang kaca yang bengkok dan steril. Inokulasi itu disebarkan dalam medium batang yang sama dapat digunakan dapat menginokulasikan pinggan kedua untuk dapat menjamin penyebaran bakteri yang merata dengan baik. Pada beberapa pinggan akan muncul koloni koloni yang terpisah-pisah.

    c) Metode tuang
    Isolasi menggunakan media cair dengan cara pengenceran. Dasar melakukan pengenceran adalah penurunan jumlah mikroorganisme sehingga pada suatu saat hanya ditemukan satu sel di dalam tabung.

    d) Metode tusuk
    Metode tusuk yaitu dengan dengan cara meneteskan atau menusukan ujung jarum ose yang didalamnya terdapat inokolum, kemudian dimasukkan ke dalam media.

  13. Metode apa saja yang digunakan untuk mengisolasi biakan murni KHUSUS BAKTERI ?
  14. a. Dengan Pengenceran
    Cara ini pertama-tama dilakukan oleh Lister tahun 1865. Ia berhasil memelihara biakan murni Streptococcus lactis yang diisolasi dari susu yang sudah masam. Caranya, sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam-macam spesies diencerkan dalam suatu tabung tersendiri. Dari pengenceran ini kemudian diambil sebanyak 1 mL untuk diencerkan lagi. Kalau perlu, dari pengenceran yang kedua ini diambil 1 mL untuk diencerkan lebih lanjut. Jika dari pengenceran yang ketiga ini diambil 0,1 mL untuk disebarkan pada suatu media padat (biasanya berupa agar padat di dalam cawan petri), kemungkinan besar akan didapatkan beberapa koloni yang tumbuh dalam media tersebut, tetapi mungkin juga hanya diperoleh satu koloni saja.

    Dalam hal yang demikian ini diperoleh satu koloni murni, dan selanjutnya spesies ini dapat dijadikan biakan murni. Kalau belum yakin, bahwa koloni tunggal yang diperoleh itu murni, pengenceran dapat diulangi dengan menggunakan koloni ini sebagai sampel.

    Kelebihan dari cara ini adalah tidak memerlukan ketrampilan khusus karena prosedur kerjanya mudah. Meskipun begitu, cara ini memiliki kekurangan yaitu prosedur kerjanya cukup merepotkan sebab perlu dilakukan pengenceran berkali-kali. Selain itu, karena prosedur kerja yang panjang itu diperlukan waktu yang lama serta peralatan yang banyak untuk bisa melakukan percobaan ini. Pada teknik ini juga, mikroba anaerob tidak dapat tumbuh, karena mikroba hanya diinokulasi pada permukaan media.

    b. Dengan Penggesekan
    Kelebihan dari metode ini adalah tidak begitu memakan waktu, tetapi metode ini memiliki kekurangan yaitu tidak dapat digunakan untuk menumbuhkan mikroba anaerob.

    Jika ujung kawat inokulasi dibengkokkan, kemudian ujung itu setelah disentuhkan suatu koloni lalu digesekkan pada permukaan medium padat, maka beberapa waktu kemudian (± 12 jam) akan tampak koloni-koloni yang letaknya tersebar di permukaan medium. Jika diadakan pemindahan sampel dari suatu koloni yang letaknya terpencil, maka akan diperoleh suatu biakan murni.

    c. Dengan Penuangan
    Robert Koch (1843-1905) mempunyai metode yang lain, yaitu dengan mengambil sedikit sampel campuran bakteri yang sudah diencerkan, dan sampel ini kemudian disebarkan di dalam suatu media dari kaldu dan gelatin encer. Dengan demikian diperoleh suatu biakan adukan. Setelah media mengental, selang beberapa jam kemudian nampaklah koloni-koloni yang masing-masing dapat dianggap murni. Dengan mengulang pekerjaan seperti tersebut di atas, akhirnya akan diperoleh biakan murni yang lebih terjamin.

    Teknik ini memiliki keuntungan yaitu tidak membutuhkan cawan berisi media padat yang harus disiapkan sebelumnya, dan seringkali digunakan untuk memperkirakan kontaminasi bakteri dalam makanan. Selain itu, metode ini tidak terlalu sukar sehingga untuk melakukannya dengan baik tidak diperlukan ketrampilan seperti pada penggesekan. Satu kekurangan dari cawan tuang adalah koloni yang ditanamkan akan menjadi jauh lebih kecil dari koloni pada permukaan, dan harus dihitung dengan hati-hati supaya tidak ada yang terlewatkan.

    d. Dengan Mengucilkan Satu Sel (Single Cell Isolation)
    Metode ini dilakukan dengan menggunakan mikropipet yang dapat mengambil satu bakteri dari sekian banyak, dengan tidak ada bakteri lain yang ikut. Mikropipet ini ditempatkan pada tangan-tangan suatu mikromanipulator. Dengan mikropipet, dibuat beberapa tetesan bergantung pada suatu kaca penutup. Pekerjaan ini dilakukan di bawah lensa obyektif mikroskop. Jika tampak suatu tetesan hanya mengandung satu bakteri, maka dengan mikropipet lain, tetesan tersebut dipindahkan ke suatu media encer dengan maksud supaya bakteri tersebut berkembang biak dulu. Kemudian dari sini dapat diperoleh biakan murni.

    Metode ini memiliki kelemahan karena dalam pengerjaannya sangat diperlukan kesabaran. Selain itu, metode ini juga memerlukan mikromanipulator yang harganya mahal. Tetapi, dengan menggunakan metode ini, bisa diperoleh biakan murni yang benar-benar berasal dari pembelahan satu sel.

    e. Dengan Inokulasi Hewan

    Metode ini didasarkan pada kenyataan bahwa tidak semua bakteri dapat tumbuh di dalam tubuh seekor hewan. Misalnya, diambil dahak dari seseorang yang disangka menderita TBC. Jika dahak ini disuntikkan ke dalam tubuh tikus putih, maka bakteri-bakteri lain yang terikut serta itu tidak akan bertahan, sehingga kemudian dapat diperoleh hanya bakteri TBC saja. Piaraan Pneumococcus murni dapat diperoleh dengan jalan demikian juga. Bakteri yang ketinggalan dalam tubuh tikus yang sakit atau mati itu akhirnya dapat dipindahkan ke media yang sesuai.

  15. Mengapa pada saat pemindahan biakan ke agar miring, perlu dilakukan penggoresan secara zig-zag ?
  16. Hal tersebut dilakukan agar penyebaran bakteri pada NA lebih luas dan jumlah bakteri yang tumbuh akan lebih banyak.
  17. Mengapa NA harus cepat dituang dalam keadaan hangat, namun juga tidak boleh dituang dalam keadaan panas ?
  18. NA harus cepat dituang setelah mengalami pengenceran sebab agar akan memadat pada suhu 43ºC. Namun penuangan juga tidak boleh dilakukan pada suhu diatas 50ºC karena akan terjadi kondensasi yang berlebihan. Suhu yang baik adalah 50ºC.
  19. Mengapa cawan yang telah dituangi NA perlu digoyang membentuk angka delapan ?
  20. Agar bakteri menyebar rata pada media
  21. Bagaimana hasil percobaan kali ini ?
  22. Untuk proses pemindahan dari suatu media (tanpa mikroorganisme) ke media berikutnya, media berikutnya haruslah tetap bening.

    Untuk proses pemindahan dari suatu media (ada mikroorganisme) ke media berikutnya, media berikutnya akan berwarna kekeruhan. Jika letak koloni bakteri tersebut di bagian dasar, bakteri tersebut termasuk kelompok anaerob (obligat maupun fakultatif). Jika di bagian tengah, termasuk anaerob fakultatif. Jika di bagian permukaan termasuk bakteri aerob. 
     Versi document bisa kalian dapatkan sekarang juga!!
     
    Pelajari juga cara kerja. Semoga berhasil !
    Whatever you do, do it with love..
    What ever you say, say it with confidence..

     

    Anda sedang membaca artikel tentang Tes Jurnal Praktikum Mikrobiologi Jilid iv (Teknik Pemindahan Mikroba secara aseptik dan isolasi) dan anda bisa menemukan artikel Tes Jurnal Praktikum Mikrobiologi Jilid iv (Teknik Pemindahan Mikroba secara aseptik dan isolasi) ini dengan url http://artikelteknikkimia.blogspot.com/2012/02/tes-jurnal-praktikum-mikrobiologi-jilid_25.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Tes Jurnal Praktikum Mikrobiologi Jilid iv (Teknik Pemindahan Mikroba secara aseptik dan isolasi) ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Tes Jurnal Praktikum Mikrobiologi Jilid iv (Teknik Pemindahan Mikroba secara aseptik dan isolasi) sebagai sumbernya.

    No comments:

    Post a Comment

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...